Radarsulawesi.com, Kendari – Ratusan warga di Wilayah Tapak Kuda, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terlibat perseteruan. Warga memblokade beberapa ruas jalan utama, hingga nyaris bentrok. Diduga buntut dari persoalan sengketa lahan pada Kamis (30/10/2025).
Dari informasi yang dihimpun hal itu mereka lakukan sebagai bentuk protes dan mosi tidak percaya terhadap rencana pelaksanaan konstatering atau pencocokan obyek sengketa tanah di Jalan Tapak Kuda By Pass oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendari yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/10/2025) dini hari.
Salah seorang warga meminta aparat tidak menghalangi aksi mereka. Sebab dikatakannya, mereka tengah memperjuangkan hak mereka yang diduga didzalimi oleh mafia tanah.
“Tolong bapak dengarkan aspirasi warga disini pak, warga disini pak tidak punya uang untuk membayar seperti orang-orang itu pak, kami ini menengah ke bawah bukan menengah ke atas,”ujarnya dengan penuh harap.
“Kami bangun rumah beli tanah bertahun -tahun kami cicil supaya anak-anak kami tidak kehujanan dan kepanasan, giliran kami sudah selesai pembayaran untuk tanah dan rumah mereka datang saja mau menggusur, kasii pak,”ungkapnya dengan nada tinggi.
Terlihat protes warga sempat memanas ketika aparat kepolisian hadir menertibkan demonstrasi tersebut.
Akibat blokade tersebut sempat kemacetan di tiga titik, yakni bundaran Tapak Kuda, pertigaan jalan menuju RSUD Kendari, dan perempatan lampu merah samping McDonald’s. Kondisi itu membuat ratusan pengendara roda dua dan empat terpaksa balik arah.
Hingga kini protes warga masih terus bergulir. Aparat keamanan pun masih terus berjaga-jaga dilokasi.
Editor: Redaksi







