Tragis, Buruh Sawit di Lamooso Jadi Korban Serangan Senjata Tajam, Diduga Terkait Tanah

Radarsulwesi.com, Konawe Selatan – Seorang buruh perkebunan kelapa sawit, PT Marketindo Selaras (MS) di Desa Lamooso, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban pembacokan oleh sekelompok warga, Jumat (30/1/2026). Peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama, namun para pekerja yang menjadi sasaran.

Korban diketahui berinisial Abdul Salam (37), warga Desa Lamooso yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di PT MS. Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok serius di bagian Paha, tangan yang nyaris putus, punggung, dan kepala, sehingga korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RSUD Batheramas di Kota Kendari.

Rekan kerja korban, Kusrin (27) menceritakan kejadian tersebut berawal saat mereka berangkat dari perusahaan menggunakan mobil ke kawasan perkebunan.

Sesampainya dilokasi korban turun dari mobil kemudian naik motor bersama temannya untuk jalan lebih dulu ke lokasi kerja.

Namun ternyata saat sampai di lokasi korban bersama rekan kerja yang telah sampai dilokasi telah dipantau dari atas gunung oleh sekelompok warga yang membawa senjata tajam berupa parang, tombak, busur dan batu.

“Belum saja mereka turun di lapangan kerja, mereka sudah di serang pakai batu, tombak dan busur, dan korban yang jalan duluan terjebak akhirnya mereka berusaha menyelamatkan diri tapi korban dia tersandung akhirnya dia kena tebas di bagian tangan, kepala dan paha,”kata Kusrin, Jumat (30/1/2026).

“Tangan korban Abdul Salam nyaris putus, “tambahnya.

Kusrin mengungkapkan sekelompok warga yang melakukan kekerasan berasal dari Desa Puao dan Desa Lamoe yang diduga masih mengklaim gak atas lahan yang telah dibeli PT.MS.

“Cuma masalah lahan dengan masyarakat puao dengan perusahaan, cuma yang jadi sasarannya karyawan, “ungkapnya.

“Perusahaan dia nda mau juga lepas karena itu lahan dia sudah beli sama masyarakat tersebut tapi nda tau knp masyarakat tersebut dia sengketakan, “terangnya.

Pihak keluarga berharap pihak kepolisian segara mengusut kasus penyerangan tersebut. Sebab para pekerja tidak bersalah apa-apa. Mereka hanya bekerja sesuai perintah perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya. Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *