Pulang dari Perantauan Dalam Keadaan Sakit, Seorang Pria di Kolaka Diterlantarkan Istri

Radarsulawesi.com, Kolaka – Seorang pria di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan dalam kondisi terlantar dikawasan  Pelabuhan Kolaka, setelah pulang dari perantauan dalam keadaan sakit. Pria tersebut diduga diusir oleh istrinya sendiri.

Dari informasi yang dihimpun kejadian memilukan diabadikan oleh seorang warga dalam unggahan di media sosial (medsos). Dalam video memperlihatkan seorang pria paruh baya terlantar di kawasan Pelabuhan Kolaka, Sultra, dalam kondisi sakit, pada Minggu (1/2/2026).

“Ini orang diusir sama istrinya karena sudah sakit kasihan. Dia dari Malaysia bersama istrinya. Setelah tiba sama istrinya di Mowewe dia diusir tanpa pakaian ganti,” tulis akun Kaila Hasbawati dalam unggahan Facebooknya.

Dari penulusuran awak media juga menyebutnya pria tersebut baru saja tiba dari Malaysia bersama sang istri.

Mereka berdua kemudian menuju ke daerah Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur. Namun, setibanya di sana, pria tersebut diduga diusir oleh istrinya dengan alasan kondisinya yang sedang sakit-sakitan.

Saat ditemukan warga, pria tersebut sedang duduk termenung di atas batang kayu di depan Masjid Agung, kawasan Pelabuhan Kolaka.

Di sampingnya hanya terdapat sebuah tas ransel berwarna merah muda (pink) bergambar karakter kartun Frozen, serta piring berisi makanan seadanya berupa jagung rebus dan buras.

Ia mengungkapkan ingin pulang ke Kampung Halaman di Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pria tersebut tampak lesu saat diajak berkomunikasi oleh warga setempat. Dengan menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah (Bugis), ia membenarkan bahwa dirinya baru saja pulang dari Malaysia.

Saat ditanya oleh warga, pria tersebut mengaku ingin kembali ke kampung halamannya. Berdasarkan interaksi di kolom komentar, diketahui bahwa pria tersebut berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

“Orang dari mana Pak? Sompong?” tanya seorang warga dalam video.

“Iye (iya),” jawab bapak tersebut lemah.

Ia juga mengakui bahwa dirinya tidak sempat mampir ke kampung halamannya dan langsung dibawa ke Mowewe sebelum akhirnya nasib nahas menimpanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak istri terkait dugaan pengusiran tersebut.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat setempat dan menjadi pengingat pentingnya kepedulian keluarga serta lingkungan terhadap anggota masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, khususnya dalam kondisi sakit (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *