Seorang Anak Penjual Tisu di Perempatan Lampu Merah di Wua-Wua Tewas, Diduga Jadi Korban Tabrak Lari

Radarsulawesi.com, Kendari – Seorang anak yang berjualan tisu di perempatan lampu merah kawasan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari oleh pengendara yang belum diketahui identitasnya.

Informasi itu tersebar melalui unggahan terbaru akun media sosial yang merekam proses penanganan kejadian tersebut.

Video yang diterima terlihat beberapa pengendara berhenti dan mencoba menenangkan orang tua korban. Sementara korban yang tertabrak terlihat bersimbah darah.

“Kecelakaan di lampu merah PLN Wua-wua, dia meninggal dunia ditempat,”ujar pengendara yang merekam kejadian itu.

“Anakku kasian, tolong cek CCTV. Lagi cari uang kasian untuk sesuap nasi, yang tabrak harus tanggung jawab,”teriak Ibu korban sambil memeluk anaknya.

Dari informasi yang dihimpun Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (29/1/2026) di salah satu persimpangan padat lalu lintas di Wua-Wua. Korban yang masih di bawah umur dan sehari-hari berjualan tisu di lampu merah dilaporkan tertabrak kendaraan bermotor yang kemudian langsung melarikan diri tanpa memberikan pertolongan.

Berdasarkan laporan sementara, korban yang merupakan anak di bawah umur itu sedang berdiri di pinggir jalan sambil menawarkan tisu kepada para pengendara yang berhenti menunggu lampu merah.

Tiba-tiba, sebuah kendaraan yang belum diketahui identitasnya melaju dan menabrak korban. Setelah kejadian itu, pengemudi diduga langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan, termasuk memeriksa bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar perempatan guna mengidentifikasi kendaraan serta pelaku yang diduga terlibat.

Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui dan polisi masih menyelidiki lebih lanjut.

Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian atau rincian lengkap mengenai identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian, namun unggahan yang beredar menunjukkan proses penanganan polisi sedang berlangsung.

Peristiwa ini kembali menimbulkan keprihatinan di kalangan warga Kendari, terutama soal keselamatan anak yang bekerja di jalanan.

Kepolisian menghimbau kepada siapa pun yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *