Kombinasi Iman dan Olahraga, Anak Muda Kendari Buktikan Bisa Tetap Stylish dan Menutup Aurat Saat Bermain Bola

Radarsulawesi.com, Kendari – Di tengah maraknya budaya pop dan tren fashion dalam dunia olahraga, sekelompok anak muda di Kota Kendari menunjukkan bahwa antara gaya, iman, dan hobi bisa berjalan beriringan. Mereka tetap menyalurkan hobi bermain sepak bola, namun tetap menjaga nilai-nilai keislaman dengan tampil menutup aurat di setiap kesempatan di lapangan.

Club sepak bola yang bernama Ertugrul Fc ini mulai aktif terlihat di berbagai lapangan sepak bola di Kendari saat melakukan sparring football. Mereka mengenakan jersey rapih, celana bola yang menutup lutut. Meski tampil tertutup, semangat kompetitif mereka tidak kalah dari pemain lainnya.

Salah satu Pemain, Madan (29), mengatakan bahwa sepak bola tidak hanya soal fisik dan teknik, tapi juga bisa menjadi sarana untuk menunjukkan jati diri sebagai pemuda muslim yang taat.

“Kami ingin buktikan bahwa tampil sporty dan stylish bisa sejalan dengan syariat. Ini cara kami berdakwah lewat hobi,” ujarnya Madan, Rabu (6/8/2025).

Lebih lanjut, Madan menambahkan laki-laki yang bermain sepak bola tetap wajib menutup auratnya, karena perlu diketahui bukan cuma wanita saja diwajibkan menutup aurat, laki-laki pun dalam Islam wajib menutup aurat yaitu antara pusar dan lututnya.

Oleh karena itu, saat bermain bola, disarankan untuk memakai pakaian yang menutupi aurat, seperti celana panjang atau celana olahraga yang menutup aurat.

Kalau kita belajar Agama secara kaffah, kita akan menemukan beberapa hadis yang menjelaskan tentang batasan aurat laki-laki. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, yang menyatakan bahwa seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain.

“Tidak berat kok, kita laki-laki itu cuma pusat dan lutut saja. Berbeda dengan para muslimah yang harus menjaga auratnya mulai dari ujung rambut dan kaki. Masa kita laki-laki hanya menutup pusat dan lutut saja tidak mau? ,”ujar Madan.

Fenomena ini mendapat apresiasi dari tokoh agama setempat dan penggiat olahraga. Selain menunjukkan identitas positif anak muda, kegiatan ini juga dinilai sebagai contoh konkret bahwa nilai-nilai agama bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia olahraga.

Dengan semangat “iman tidak menghalangi prestasi”, para pemain yang tergabung dalam clun Ertugrul Fc ini ini membuktikan bahwa menjaga aurat tak membuat mereka kehilangan jati diri sebagai generasi aktif, kreatif, dan berprestasi.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *