Radarsulawesi.com, Sultra – Utusan khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, meninjau langsung destinasi wisata tersembunyi di Sulawesi Tenggara (Sultra, yaitu Gua Liangkabori di Kabupaten Muna dan Gua Laumehe di Kabupaten Buton Tengah.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperingati satu tahun Kabinet Merah Putih, sekaligus memperkuat pengembangan wisata sejarah dan ekowisata bawah tanah di Indonesia Timur.
Gua Liangkabori dikenal memiliki puluhan lukisan dinding prasejarah yang menggambarkan aktivitas berburu, bercocok tanam, serta simbol kehidupan masyarakat masa lampau.
Sementara Gua Laumehe dikenal dengan sebutan “gua tak berujung” karena struktur bawah tanahnya yang masih banyak belum dijelajahi.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu juga menyebut keduanya sebagai bukti kekayaan arkeologis Indonesia yang belum banyak terekspos publik.
“Gua Liangkabori dan Gua Laumehe adalah saksi kehidupan ribuan tahun lalu. Tempat seperti ini bukan hanya indah, tapi juga menyimpan cerita besar tentang asal-usul manusia Indonesia. Ini potensi wisata sejarah yang luar biasa,” ujar Zita, pada Minggu (19/10/2025).
Dalam peninjauan tersebut, Zita turut menggandeng konten kreator lokal asal Sulawesi Tengah, Mike Wagey, yang selama ini aktif mempromosikan wisata daerah.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan Zita terhadap peran konten kreator lokal sebagai mitra strategis dalam membangun pariwisata berkelanjutan.

Sebagai pejabat pusat pertama yang mengunjungi langsung situs tersebut, Zita menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah mempercepat promosi dan pengembangan wisata berbasiskan sejarah dan edukasi.
“Wisata gua purbakala seperti ini bisa jadi magnet baru bagi wisatawan lokal dan mancanegara, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.
Editor: Redaksi










