Radarsulawesi.com, Kendari – Dunia pendidikan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali tercoreng. Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pelajar SMP tengah asyik pesta narkoba viral di media sosial dan memicu kehebohan di kalangan masyarakat.
Dalam rekaman berdurasi 1.07 menit itu, tampak beberapa siswi yang masih mengenakan seragam sekolah sedang melakukan pesta narkoba. Dengan mengisap rokok tembakau gorila secara bergantian di sebuah ruangan kamar.
Video tersebut langsung menuai kecaman dan keprihatinan publik, mengingat para pelaku masih berstatus pelajar SMP.
“Naudzubillah ya Allah semoga anak² kita dijauhkan dari marabahaya, “ujar warga Imha, (23/9/2025).
Menindaklanjuti kasus ini, pihak kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara bergerak cepat.
Dilansir dari detik.sultra Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Kota Kendari, Saemina, yang dihubungi awak media membenarkan kejadian itu. Pasca viralnya video tersebut, ia langsung menerima laporan.
Dari hasil informasi yang dihimpunnya, ada 12 siswi yang diduga terlibat. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan hanya empat siswi yang terbukti positif menggunakan narkoba.
“Kami juga kaget dapat laporan itu. Kasus ini sudah ditangani Polres Kendari. Empat siswi yang terbukti menggunakan sudah diserahkan ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi,” katanya, Senin (22/9/2025) kamarin.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Kendari AKP Andi Musakkir Musni menerangkan, pihaknya telah mendapat indentitas 15 siswi tersebut. Menurut Andi, belasan siswi itu terindikasi sebagai penyalahguna.
“Kami sudah panggil orang tuanya, kami bersama guru memberi edukasi untuk tidak melakukan pelanggaran lagi, karena mereka masih di bawah umur, karena undang-undang yang mengatur, kita buatkan surat pernyataan,” ujar Andi, Selasa, (23/9/2025) dikutip dari MetroTV.com
Lebih lanjut disampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan ada empat siswi yang terindikasi penyalahguna berat. Pihaknya segera mengambil langkah tegas.
“Yang terindikasi berat penyalahguna empat orang, dibawa ke BNN,” kata Andi.
Dia mengungkap bahwa para siswi SMP itu membeli narkoba melalui media sosial, Instagram. Satu linting tembakau gorila dibeli seharga Rp50 ribu.
“(Penjual) kami akan tindak tegas untuk ditangkap,” tegas dia.
Dari hasil penyelidikan, empat pelajar yang teridentifikasi dalam video itu kini telah diamankan dan menjalani proses rehabilitasi.
“Benar, empat orang pelajar SMP yang terlibat dalam video pesta narkoba tersebut saat ini sedang menjalani rehabilitasi. Kami juga masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui asal barang haram yang mereka konsumsi,” ujar seorang pejabat kepolisian saat dikonfirmasi, Selasa (23/9/2025).
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi orang tua, sekolah, dan aparat terkait agar lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak. Pasalnya, penyalahgunaan narkoba kini semakin menyasar kalangan pelajar yang masih berusia belia.
Masyarakat Kendari berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan semua pihak lebih peduli dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
Editor: Redaksi












