Radarsulawesi.com, Poso – Fenomena langka terjadi di Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (1/11/2025). Warga setempat dikejutkan oleh hujan es yang turun bersamaan dengan hujan lebat.
Salah satu warga sempat mengabadikan momen tersebut menggunakan ponselnya. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak butiran es berukuran kecil hingga sebesar kelereng menimpa atap rumah dan halaman rumah
“Kuasa Tuhan… hujan es di kampung TARIPA PAMONA TIMUR.. Luar biasa.”tulis Sandy Nawule dalam unggahan sosial media.
Dari informasi yang dihimpun awak media menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Poso, hujan es tersebut disebabkan oleh adanya pembentukan awan Cumulonimbus berukuran besar yang muncul akibat pemanasan suhu permukaan dan kelembapan udara yang tinggi.
Hujan es merupakan fenomena hidrologi yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frisby dan Sansom (1967), fenomena hujan es di wilayah khatulistiwa (tropis) seperti Indonesia, bukan hanya angin yang berperan penting seperti di wilayah lintang tengah, melainkan juga karena faktor lain seperti faktor orografis, topografi wilayah, dan faktor lokal lainnya.
Secara definisi, hujan es merupakan cuaca esktrem yang dapat terjadi di daerah dataran tinggi ataupun daerah yang memiliki suhu permukaan yang cukup dingin, akibat ketidakstabilan atmosfer dan ditandai dengan pertemuan massa udara hangat dan dingin, serta kelembaban tinggi yang memicu terbentuknya
awan Cumulonimbus. Awan ini mampu menghasilkan butiran es yang turun ke permukaan ketika angin tidak cukup kuat untuk mencairkannya sebelum mencapai daratan.
Uap air dalam bentuk kristal es yang terbentuk didalam awan Cumulonimbus disebabkan oleh adanya updraft yang sangat kuat sehingga tinggi awan dapat mencapai lapisan tropopause, dalam kondisi ini suhu puncak awan dapat mencapai -60°C atau lebih.
Ukuran butiran es biasanya berkisar antara 5 hingga 50 mm, meskipun dalam kondisi tertentu ukurannya dapat jauh lebih besar
(Fadholi, 2015). Umumnya hujan es terjadi dalam durasi waktu yang singkat.
Kondisi semacam ini umumnya muncul saat cuaca tidak menentu seperti yang dialami di Pamona Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem serta menjaga kesehatan di tengah kondisi yang tidak stabil.
Tidak ada laporan kerusakan serius akibat hujan es tersebut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk segera berlindung di dalam rumah apabila terjadi hujan disertai petir dan angin kencang, mengingat kondisi cuaca di wilayah Poso dan sekitarnya masih cukup dinamis.
Editor: Redaksi







