Radarsulawesi.com, Kendari – Aksi seorang pegawai honorer di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak viral di media sosial. Pasalnya, honorer tersebut nekat memagar pintu masuk Kantor Camat Sawa dengan papan kayuk yang dipaku, diduga sebagai bentuk protes karena namanya tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Video berdurasi 4.8 menit ramai dibagikan yang sebelumnya diunggah melalui akun Facebook bernama @Andy Asni Mortono 6 Jam yang lalu pada Kamis (18/9/2025), dengan keterangan.
“Payah ini separuh waktu dia bilang i,om da segelmi kantor i kaka gara2 tdk ada namanya di p3k paruh waktu, padahal kasian dia aktif berkantor, k2 pi lagi.”tulis Andy Asnj Martoni, Kamis (18/9/2025) pagi.
Dalam rekaman terlihat seorang Ibu-ibu paruh baya memasang papan pada pintu masuk kantor camat bersama seseorang laki-laki yang membantu memaku papan tersebut hingga menutupi seluruh bagian pintu.
Menurut pengunggah, perempuan yang diketahui sebagai pegawai honorer kategori K2 itu nekat melakukan penyegelan karena merasa kecewa. Ia tidak lolos dalam seleksi PPPK Paruh Waktu, meskipun telah lama mengabdi dan aktif bekerja di kantor tersebut.
Pihak Kecamatan Sawa hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Aksi ini menuai beragam komentar warganet setelah video dan foto kejadian tersebar luas di Facebook dan WhatsApp Group.
Banyak yang menilai aksi nekat itu mencerminkan kekecewaan para honorer di daerah, sementara sebagian lain menilai langkah tersebut kurang tepat karena mengganggu pelayanan publik.
“Semoga ada pengusulan spy yg rajin berkantor diperhatikan banyak msk pengaduan dgn sy sampai mrk menangis spy dibantu sdg ada juga anggtku yg tdk lulus sdh rajin mgkn tdk diusulkan namanya msih lacak juga langsung komfir dg 01 hrs diperhatikan itu yg rajin knp sampai tdk lulus, “tulis akun Riani Thayeb.
Editor: Redaksi







