Radarsulawesi.com, Muna – Kondisi rumah seorang warga di Kelurahan Tombula, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, hunian yang jauh dari kata layak tersebut dilaporkan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah, baik dari pemerintah desa, kabupaten, maupun program sosial lainnya, pada Senin (26/1/2026).
Rumah berdinding papan rapuh dengan atap bocor itu dihuni oleh satu keluarga dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Salah satu warga setempat mengaku prihatin dan berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait.
Unggahan video tersebut viral di media sosial (Medsos) kemudian dibagikan oleh akun Facebook Damayanti Damayanti. Dalam video tersebut, terlihat bagian luar dan dalam rumah yang didominasi kayu tua yang mulai rapuh. Beberapa tiang penyangga sengaja dipasang di sekeliling rumah untuk menopang struktur bangunan yang sudah miring.
Damayanti pemilik rumah merupakan seorang wanita lansia yang bekerja sebagai buruh tani harian. Selain keterbatasan ekonomi, ia juga diketahui memiliki gangguan pendengaran.
Meski kondisinya sangat memprihatinkan, ia disebut-sebut tidak pernah tersentuh program bantuan pemerintah seperti Bedah Rumah, PKH, maupun bantuan lainnya.
“Miris sekali, rumah sudah dipenuhi tiang penopang dan sudah tidak layak untuk dihuni… tapi pemilik rumah ini tidak tersentuh bantuan, apalagi bantuan bedah rumah. Sementara yang lainnya dapat,” tulis akun Damayanti dalam unggahannya.
Informasi yang lain menyebutkan warga sekitar pun menyadari kondisi sulit yang dialami pemilik rumah tersebut. Hal ini memicu tanda tanya besar terkait akurasi pendataan penerima bantuan di wilayah tersebut.
Unggahan ini memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan kinerja aparat desa dan kelurahan setempat yang dianggap tebang pilih dalam menyalurkan bantuan.
“Seharusnya layak yang begini dapat bantuan,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
“Pasti tidak ada keluarganya bagian perangkat pemerintahan itu… karena bantuan sekarang bukan untuk yang tidak mampu tapi untuk keluarga perangkat,” timpal komentar lainnya yang merasa geram.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya perhatian segera dari Pemerintah Kabupaten Muna maupun instansi terkait untuk meninjau langsung lokasi dan memberikan bantuan yang semestinya kepada warga yang membutuhkan tersebut (Red).










