Tolong Orang Tak Dikenal, Pria di Kendari Malah Dapat Koin Kuno Zaman Kerajaan Islam Tertua

Radarsulawesi.com, Kendari – Sebuah kisah tak biasa terjadi di Kelurahan Abelidalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang pria bernama Mili Chandra (50), mendapat kejutan tak terduga setelah menolong seorang lelaki tak dikenal yang kehabisan biaya perjalanan.

Mili menceritakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/10/2025) pukul 08.00, malam. Ketika ia sedang berada di rumah kerabatnya.

Tiba-tiba seorang pria tak dikenal menghampirinya meminta bantuan biaya transportasi ke Bungku, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mencari pekerjaan.

“Ini uang koin saya dapatkan ini dikasih tepatnya malam sabtu ini uang saya dikasih orangnya dari jawa dia butuh uang ke morowali, hanya saya bantu cuma 50 ribu dia kasih mi ini uang koin,”ujar Mili saat diwawancara, Minggu (9/11/2025) malam.

Ia mengaku koin tersebut ada empat koin. Dua koin namun telah diambil oleh rekannya.
“Ini ada 4 lembar, yang 1 pasangnya ada sama pak RT,”ungkap Mili.

Dari informasi yang ditelusuri, dilansir dari garut69.pikiran-rakyat.com, Koin kuno bergambar ayam ini diyakini berasal dari Kerajaan Perlak, yang berkuasa antara tahun 840 hingga 1292 Masehi.

Pada masa itu, Kerajaan Perlak menggunakan berbagai jenis mata uang logam, seperti dirham (emas), kupang (perak), dan kuningan (tembaga). Koin ini memiliki desain yang sangat unik dan kaya akan simbolisme.

Pada sisi depan koin, terlihat gambar ayam jago jantan yang menjadi simbol kekuatan dan keberanian. Di sisi belakang, terdapat gambar seorang pria berjubah yang duduk di antara dua sujud, disertai beberapa ayat Al-Qur’an, menggambarkan sisi spiritual dan religius yang melekat pada budaya masa itu.

Selain nilai historisnya, koin ini juga dipercaya memiliki energi gaib yang sangat kuat. Banyak orang pada zaman dahulu, terutama para raja dan individu dengan kelebihan spiritual, percaya bahwa koin ini bisa menarik energi positif dan membawa keberuntungan.

Oleh karena itu, koin ini tidak hanya digunakan sebagai alat tukar atau pajangan, tetapi juga dianggap sebagai jimat yang dapat memberikan perlindungan, kemakmuran, dan kesuksesan.

Kekuatan mistis yang terkandung dalam koin ini membuatnya lebih dari sekadar koleksi biasa, melainkan simbol spiritual yang dihargai di berbagai kalangan. Para pemimpin dan tokoh penting pada masa itu menggunakannya sebagai benda bertuah yang dipercaya dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Dalam budaya masyarakat, koin ini sangat dihargai sebagai simbol kemakmuran. Kelangkaannya dan nilai sejarahnya yang tinggi menjadikannya sebagai barang yang sangat dicari oleh kolektor uang kuno.

Tidak hanya memiliki nilai estetika, koin ini juga menjadi simbol spiritual yang kuat, menjadikannya sebagai objek koleksi yang memiliki daya tarik luar biasa.

Koin bergambar ayam ini menjadi lambang dari kekuatan budaya, kemakmuran, dan kepercayaan yang ada di Kerajaan Perlak.

Bagi para kolektor, koin ini tidak hanya menawarkan nilai historis yang besar, tetapi juga nilai spiritual yang tinggi, menjadikannya sebagai benda koleksi yang sangat berharga.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *