Radarsulawesi.com, Muna – Warga Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, dihebohkan oleh kabar percobaan penculikan terhadap seorang anak pada Rabu (3/12/2025). Informasi ini viral setelah beredar di media sosial.
Diduga anak perempuan bernama Amira Aprilia Ningsih (8) mengaku kepada orang tuanya bahwa ia hampir diculik oleh orang tak dikenal (OTK) ketika pulang dari sekolah. Menurut pengakuan sang anak, seorang pria menggunakan motor menghampirinya dan mencoba menariknya ke arah kendaraan.
Sambil menangis ketakutan Amira mengungkapkan sebelum penculikan terjadi ia hendak ke sekolahnya di SDN 13 Lohia dengan berjalan kaki seorang diri.
“Tiba-tiba ada bapak-bapak, bapak-bapak itu dia tarik saya, dia pakai helm, dia tutup mukanya pakai masker hitam,” cerita Amira dengan nada sedih dalam sebuah video yang direkam Ibu nya, Rabu (3/12/2025).
Lanjut Amira mengatakan bahwa dirinya sempat menolak ajakan dari OTK tersebut, namun ia tetap dipaksa untuk ikut.
Sebelum dibawa kabur, Amira langsung melarikan diri dan langsung pulang ke rumahnya.
“Dia (OTK) stater motornya, saya lari, saya pulang,” katanya.
Kejadian ini kemudian sontak mengemuka dan mengundang sorotan publik. Namun setelah awak media menelusuri ternyata kasus tersebut menjadi polemik terkait kebenarannya.
Dari informasi yang dihimpun seseorang yang mengaku orang tua Amira bernama La Liani memberikan klarifikasi bahwa melalui unggahan disosial media mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak benar adanya. Sang anak hanya ketakutan terlambat kesekolah karena ada ulangan semester.
“Sy LA LIANI selaku orang tua dari AMIRA APRILIA NINGSI memohon maaf yang sebesar-besarnya berkaitan dengan vidio viral yg beredar di medsos tentang penculikan anak saya. Dan Melalui kesempatan ini saya akan melakukan klarifikasi bahwa vidio yang beredar itu tdk benar adanya atau HOAX, dimana kejadian yang sebenarnya adalah saat itu anak saya pergi ke sekolah untuk melaksanakan ulangan semester namun karena sudah terlambat akhirnya ia takut untuk masuk sekolah. Demikian video klarifikasi dari kami.
Wassalam,”ujarnya.
Netizen pun ramai menyoroti klarifikasi tersebut yang dinilai janggal. Sebab menurut informasi klarifikasi tersebut tidak pernah dilakukan orang tua Amira. Namun beberapa netizen menyesalkan sikap sang anak.
“mohmaaeee sdah panik juga belaeee…padahal da ekting pintar nya juga dank e,”tulis akun Inhank Nadin.
“Pintarnya Dy ekting,”tambah akun Na Ni
Menanggapi kejadian tersebut Polres Muna akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait video yang beredar.
Dilansir dari Inforahamuna melalui Humas Polres Muna, Iptu Jufri, menjelaskan bahwa setelah rangkaian penyelidikan dilakukan di lapangan, termasuk pemeriksaan terhadap para saksi, terungkap bahwa cerita mengenai upaya penculikan tersebut tidak benar (HOAX).
“Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, terduga korban mengakui bahwa cerita yang disampaikan sebelumnya tidak sesuai fakta. Berdasarkan pengakuannya, anak tersebut sebenarnya hendak berangkat ke sekolah namun karena terlambat, ia menjadi takut untuk masuk sekolah,” terang Jufri. Pada Kamis 4/12/2025
Keterangan yang sempat disampaikan oleh Kepala Desa Lohia juga sebelumnya membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga mengenai dugaan percobaan penculikan tersebut.
Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh Polres Muna, informasi tersebut dinyatakan tidak benar dan tidak ditemukan unsur percobaan penculikan sebagaimana diberitakan.
Polres Muna juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera merilis flyer resmi untuk meluruskan informasi yang terlanjur beredar luas di masyarakat.
Warga diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan selalu memastikan informasi berasal dari sumber yang kredibel.
Editor: Redaksi







