Viral TKW Asal Sultra di Oman Minta Bantuan Dipulangkan, Mengaku Disiksa Dan Dilecehkan Majikan

Radarsulawesi.com, Kendari – Sebuah video pengakuan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Amosilu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) viral di media sosial. Dalam video tersebut, TKW yang diketahui bernama Eka Arwati (25) bekerja di Oman itu mengaku menjadi korban penyiksaan dan pelecehan oleh majikannya.

Video tersebut memicu keprihatinan masyarakat dan mendapat banyak respons dari warganet. Banyak pihak mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk segera turun tangan memberikan perlindungan serta memfasilitasi pemulangan korban ke tanah air.

“Satu kampung ku ini, keluarga ku juga, Insya Allah ko akan pulang dgn selamat,”tulis akun moy, Senin (19/1/2026).

Dalam rekaman tersebut Eka menangis sambil menceritakan awal dirinya baru bekerja selama tiga bulan. Ia mengaku kerap diperlakuan tidak manusiawi yang dialaminya selama bekerja.

Selama dua bulan terakhir, ia jatuh sakit dan kondisinya tak kunjung membaik. Sebab Ia kerap mendapat kekerasan fisik, tekanan mental untuk tetap bekerja walaupun sedang keadaan sakit, serta dugaan pelecehan dari majikannya.

“Saya bekerja sudah tiga bulan, dan saya pun sakit dua bulan tak kunjung sembuh. Majikan pun memaksa saya bekerja,” ungkap Eka sambil menahan tangis dalam videonya.

Lebih lanjut Eka mengungkapkan sudah meminta kepada majikannya untuk dikembalikan ke kantor agensi penyalur karena kondisi fisiknya yang tidak sanggup lagi bekerja, namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.

Pengakuan Eka semakin mengkhawatirkan ketika ia membeberkan bentuk kekerasan yang dialaminya. Ia menyebut diperlakukan layaknya binatang, dipukuli, hingga mengalami pelecehan seksual.

“Saya diperlakukan seperti binatang. Saya dipukuli, disuruh bekerja… sampai melecehkan saya,” tutur Eka dengan suara bergetar.

Ia menyebut pelaku pelecehan tersebut adalah seorang majikan laki-lakinya. Ia kini hidup di bawah tekanan ancaman. Sang majikan mengancam akan melakukan kekerasan lebih lanjut jika Eka berani buka suara mengenai kondisinya.

“Tiap saat pun saya mendapat ancaman. Jika saya berbicara, dia akan memukulku,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak agensi terkait yang mengurus Eka bekerja di Oman. Sementara itu, instansi terkait di Indonesia juga belum memberikan respon terkait persoalan tersebut.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, khususnya di sektor domestik. Pemerintah diharapkan dapat memperketat pengawasan serta memastikan hak dan keselamatan para pekerja migran tetap terjamin (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *