Radarsulawesi.com, Luwu – Pernikahan seorang perempuan asal Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pria Afrika mendadak viral. Kisah cinta lintas negara ini ramai diperbincangkan setelah foto dan video akad nikah mereka beredar luas di media sosial, pada Minggu (21/12/2025) hingga kini.
Diketahui gadis bernama Alifah yang berasal Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, resmi dipersunting oleh seorang pria asal Afrika bernama Malik dalam sebuah prosesi pernikahan pada Sabtu (20/12/2025) lalu.
Dari informasi yang beredar kisah cinta pasangan ini berawal dari perkenalan sederhana yang seiring waktu berkembang menjadi hubungan yang serius, hingga akhirnya berlabuh di pelaminan.
Pernikahan yang viral ini terjadi pada Sabtu lalu, 20 Desember 2025. Foto-foto pernikahan gadis asal Dusun Salumakarra ini dengan pria asal Afrika, termasuk video-videonya ramai menghiasi laman media sosial.
Salah seorang netizen, Nasdiani Tanro ikut memposting foto pernikahan kedua mempelai. Dari postingan Nasdiani, diketahui mempelai perempuan bernama Alifah Walidan dan suaminya, Malik Jok.
“Pengantin Vir4L Pria Afrika nikahi Gadis Luwu. Selamat menempuh hidup baru, Alifah Walidan & Malik Jok. Dua insan dari dua negeri Sudan Afrika dan Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia kini dipertemukan oleh takdir dalam ikatan suci pernikahan. Perjalanan panjang lintas budaya, bahasa, dan jarak akhirnya bermuara pada satu janji: bersama dalam suka dan duka,” Minggu (21/12/2025)
Informasi dihimpun KORAN SERUYA, Alifah berkenalan dengan Malik lewat laman media sosial Facebook. Keduanya intens berkomunikasi lewat massanger, hingga akhirnya Malik melamar gadis pujaan hatinya itu.
Perbedaan bahasa, budaya, dan jarak yang sempat membentang di antara keduanya tak menjadi penghalang.
Yang menarik dari viralnya pernikahan lintas benua ini, banyak netizen berkomentar nyeleneh mengenai malam pertama kedua mempelai itu.
Banyak netizen membandingkan bentuk fisik kedua mempelai, dimana mempelai pria berkulit hitam berbadan besar dan tinggi. Sedangkan mempelai wanita ukuran normal wanita Indonesia.
Pernikahan lintas negara ini menjadi bukti bahwa perbedaan budaya dan asal negara bukanlah penghalang selama dilandasi komitmen, saling pengertian, dan restu keluarga (Red).







