Terekam CCTV Gempa Bumi 6,2 Magnitudo Guncang Banggai, Sulteng 

Radarsulawesi.com, Banggai – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 06.32 WITA, sebagian besar aktivitas direkam oleh kamera pengawas (CCTV) di Madrasah Aliyah Negeri Banggai.

Getaran terasa kuat hingga ke wilayah-sekitarnya, termasuk daerah di Sulteng dan bahkan sebagian Sulawesi Utara.

Banyak rekaman CCTV menunjukkan momen warga yang sedang beraktivitas pagi hari tiba-tiba panik dan berhamburan keluar rumah atau bangunan saat getaran mulai terasa.

Dari informasi awal media yang dihimpun beberapa bangunan mengalami keretakan ringan, barang-barang di dalam rumah berguncang, ada yang tampak hampir jatuh dari rak.

Hingga laporan awal, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa besar atau kerusakan struktural masif namun pihak berwenang terus melakukan pendataan.

Menurut data awal BMKG, episentrum berada di laut (sekitar 65 km arah barat daya dari Bone Bolango) dengan kedalaman yang cukup untuk menyebabkan gelombang getaran luas.

Meskipun magnitude tercatat 6,2, beberapa pembaruan sumber menyebut angka revisi menjadi M 6,0.

Berdasarkan pengalaman gempa-besar di kawasan Banggai dan Sulteng sebelumnya, getaran seperti ini cukup untuk menimbulkan panik dan potensi kerusakan ringan hingga sedang.

Imbauan bagi masyarakat. Pastikan kondisi bangunan tempat tinggal atau kos Anda tetap aman: periksa retakan, kondisi atap, dinding, dan perabot penting.

Lampu, rak buku, dan barang-ringan lain yang bisa jatuh saat gempa perlu diperhatikan—gunakan tali pengaman atau arahkan ke ruang yang lebih aman.

Jika sedang berada di dalam ruangan saat getaran berlangsung: “Drop-Cover-Hold On” berlindung di bawah meja kokoh, tahan posisi hingga getaran mereda.

Setelah gempa, wakilkan diri untuk keluar saat getaran besar jika Anda merasa bangunan terasa tidak aman—rekaman CCTV menunjukkan bahwa banyak warga yang memilih keluar ke ruang terbuka.

“Ikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pihak berwenang setempat untuk instruksi-lanjutan,”tulis BMKG dalam rilis pers, Rabu (5/11/2025).

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *