Radarsulawesi.com, Sulteng – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Sulawesi Tengah (Sulteng), Dalam rekaman yang beredar, korban tampak mendapat perlakuan kasar dari sejumlah temannya hingga membuat warganet geram.
Dari informasi yang diterima awak media video kejadian perundungan atau akrab disebut prilaku bullying itu mulai beredar pada Sabtu (13/9/2025) melalui akun Facebook Pebby henna dan ramai dibagikan di media sosial.
Dalam rekaman video amatir durasi 5.33 detik menunjukkan korban dikeroyok beberapa siswi didalam kelas kosong diduga merupakan senior atau kakak kelas.
Kekerasan fisik seperti pukula, jambakan dan ditampar, bahkan nyaris dilecehkan di depan teman-temannya.
“Saya hanya membantu membagikan agar segera ditangani. Untuk yang tahu alamat korban, silakan hubungi nomor yang ada di foto.”tulis pebby dalam unggahannya.
Viralnya video tersebut memicu banyak komentar warganet yang mengecam aksi perundungan. Banyak yang meminta agar pelaku diberi pembinaan serius, sementara korban mendapat perlindungan psikologis.
“Kalau saya tidak akan pernah mau damai, sebagai orng tua korban harus tegas, kita sja orng lain yg lihat video ini miris sekali, emosi, marah apa lagi perempuan bayangkan anak nya kita dikasi begini Allah betul apa yang kau perbuat akan kau tuai juga emosiku seeehh
Banyak yang geram, “tulis akun rifa_hazairin.
“Trauma korban bullying bisa sampai selamanya, walaupun pelaku minta maaf tidak akan bisa melepaskan trauma. Jika tidak di tangani dengan baik walaupun masih pelajar, permintaan maaf sja justru akan terulang, “tambah akun @rhinynihr.
Informasi terkini Kapolres Donggala memastikan dua siswi terduga pelaku sudah diamankan untuk dimintai keterangan.
“Kami bergerak cepat setelah laporan masuk. Pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya.
Dari penulusuran terakhir awak media, saat ini para siswa sudah berhasil pertemukan pihak keluarga. Dan sudah berakhir damai dan berpelukan. Meskipun itu kemarahan warga tak terbendung. Sorakan saat para pelaku Bullying datang di kantor polisi heboh.
Editor: Redaksi







