Radarsulawesi.com, Kendari – Sebuah unggahan di media sosial (Medsos) mendadak viral setelah seorang alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ,Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan bahwa namanya hilang dari data PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) dan digantikan oleh nama orang lain.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah yang bersangkutan mencoba melakukan pengecekan data akademik secara mandiri di laman resmi PDDikti. Alih-alih menemukan identitasnya, ia justru mendapati nama, NIM, dan riwayat akademiknya tercatat atas nama berbeda, meski berasal dari program studi dan tahun masuk yang sama.
Diketahui pemilik data asli bernama Ayu Amanda Putri, Jenis Kelamin Perempuan ,Alumni mahasiswi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UHO. Data nama berganti menjadi Basri, Jenis kelamin laki-laki. Dengan NIM dan Tahun kelulusan yang sama.
Sontak hal itu mengejutkan Ayu dan mengungkapkan kekesalannya melalui unggahan video di akun Tiktok pribadinya dan akhirnya viral.
“Liat ni, di PDDIkti namaku sebagai alumni mahasiswa Teknik Sipil di UHO Kendari diganti sama Basri,” kata Ayu dalam video unggahannya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan jika Basri tidak pernah berkuliah di Fakultas Teknik UHO Kendari. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) Basri yang terdaftar di PDDikti merupakan NIM ia sendiri.
“Stambuknya E1A117006. Itu stambukku,” ungkap Ayu.
“Kenapa ini bisa diganti-ganti? Pihak kampus klarifikasi dulu,” tambahnya.
Unggahan tersebut telah ditonton 2 dan 3,8 Juta viewers. Seketika memicu komentar netizen.
“bahayanya mi ini universitas halu oleo,”komen netizen.
“kak, bs lgsg menghubungi kampus yaa. pelaporan data di PDDikti itu dilakukan oleh kampus, kemungkinan ada kesalahan pendataan kak,”tambah akun @Naw
Dilansir dari penafaktual pihak UHO melalui Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman menjelaskan bahwa Ayu Amanda Putri telah melapor ke Pusat Teknologi Informasi (Pustik) UHO. Ia menambahkan jika permasalahan yang dialami oleh Ayu juga dialami aleh alumni lainnya.
“Sebenarnya bukan kasus pertama kali. Sdh ada beberapa kasus lain yang serupa,” ujar Prof. Ida Usman saat dikonfirmasi, Senin 29 Desember 2025.
Ida Usman mengatakan bahwa persoalan tersebut diluar dari kendali Pustik UHO. Sebab, Pustik UHO hanya sebatas mengirimkan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Kalau di data kita (Pustik UHO)masih sesuai, hanya di PDDikti yang berubah,” kata Usman.
Terkait dengan data yang tidak pernah diusulkan namun terdaftar di PDDikti, Ida Usman menyebut jika pihaknya tidak mengetahui pasti siapa pelakunya.
“Data-data siluman kita tidak tau dimasukkan oleh siapa. Kalau bukan admin siluman bisa jadi PDDikti yg di Hack. Kejadian adanya data siluman ini tdk bisa kita antisipasi,” jelas Usman.
Meski begitu, Ida Isman mengaku belum bisa melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib untuk diproses hukum.
“Tidak ada yang bisa dilaporkan. Kita tidak tau siapa yang ubah. Bisa Hacker, bisa juga admin iluman. Selama ini kita hanya mengajukan perubahan data di PDDikti untuk dikembalikan sesuai aslinya,” pungkasnya.
Diketahui PDDikti sendiri merupakan basis data nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dan menjadi rujukan resmi status mahasiswa serta lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan dan akurasi data akademik, terutama di era digital ketika satu kesalahan sistem bisa berdampak panjang pada kehidupan seseorang. (Red)







