Radarsulawesi.com, Muna – Curahan hati sejumlah ibu-ibu di Desa Labulawa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak menjadi perhatian publik setelah mereka mengeluhkan berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan. Mulai dari kondisi jalan rusak parah, belum tersentuh aliran listrik, hingga maraknya aktivitas pengeboman ikan yang meresahkan warga.
Dalam curhatan tersebut, para ibu mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jalan desa yang rusak membuat akses menuju kebun, pasar, hingga fasilitas kesehatan menjadi terhambat, terutama saat musim hujan.
Video yang dibagikan di Media Sosial (Medsos) melalui akun Facebook bernama Ardiman dengan keterangan menohok bertajuk “MERDEKA?” menyebutkan kata merdeka bagi masyarakat Desa Labulawa hanyalah slogan semata Selasa, (13/01/2026)
Video berdurasi singkat tersebut, beberapa warga menyampaikan dua tuntutan utama, yakni masalah infrastruktur dan keamanan laut.
Pertama, Infrastruktur Buruk dan Krisis Listri. Mereka meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Muna dan DPRD Muna terkait akses jalan penghubung dari Desa Liwu Metingki menuju Desa Labulawa yang sudah lama rusak parah.
“Jalan yang menghubungkan dari Desa Liwu Metingki menuju Desa Labulawa sudah lama rusak, sehingga kami kesulitan menjual hasil kebun,” ungkap salah satu warga dikutip dari wunainfo.
Lebih lanjut ungkap mereka yang Kedua, tak hanya soal jalan, warga juga mengeluhkan ketiadaan aliran listrik dan jaringan telekomunikasi. Kondisi ini membuat desa mereka gelap gulita saat malam hari dan terisolir dari komunikasi luar.
Dampak dari keterbatasan infrastruktur dasar ini sangat serius. Warga mengungkapkan bahwa banyak penduduk yang akhirnya memilih angkat kaki dari desa tersebut.
“Banyak dari masyarakat Desa Labulawa yang memilih pindah ke wilayah Kabupaten Buton. Tercatat sudah 15 KK (Kepala Keluarga) yang berpindah,” tambahnya.
Ketiga adanya, Teror Bom Ikan dari Nelayan Luar. Selain masalah infrastruktur, pada sesi video lainnya, warga juga meminta perlindungan kepada pihak kepolisian terkait maraknya aksi penangkapan ikan ilegal menggunakan bahan peledak (bom ikan).
Warga menyebut pelaku pemboman ikan tersebut diduga berasal dari wilayah Buton Tengah. Tindakan para pelaku dinilai sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan nyawa nelayan lokal Labulawa.
“Mereka sudah mengancam keselamatan kami. Kami nelayan susah melaut karena warga (pengebom) itu. Bahkan membuang bom di pemukiman warga Labulawa,” seru warga dengan nada khawatir.
Para ibu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur, menghadirkan listrik, serta menindak tegas pelaku pengeboman ikan. Mereka menilai perhatian pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa hidup lebih aman dan layak.
Curhatan ibu-ibu ini pun menjadi sorotan dan menuai simpati dari berbagai pihak, yang berharap adanya langkah nyata untuk mengatasi persoalan yang telah lama dirasakan warga di wilayah tersebut (Red).













