Radarsulawesi.com, Sulbar – Sebuah curhatan haru dari tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menjadi viral di media sosial dan forum komunitas setelah ribuan tenaga kesehatan menyampaikan kekecewaan mereka karena meski telah puluhan tahun mengabdi, tetap tak masuk dalam formasi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Dalam curhatannya ia menyampaikan kekecewaannya karena pemerintah tidak melihat pengorbanan dan perjuangan mereka dalam melayani masyarakat walaupun sampai tidak menerima imbalan.
“Kami kerja dengan ikhlas, ada apa-apa nakes terdepan. Contohnya covid. Kemudian kalau ada acara-acara di Mamuju nakes jadi tim medis, kami ikhlas pun tanpa digaji bermodalkan nasi kotak air gelas, kami turun dilapangan bu,”ungkap salah satu nakes sambil menitikkan air mata, pada Selasa (16/9/2025) kemarin.
Ia juga mengungkapkan ujian dalam melaksanakan tugas yang penuh tekanan selama pengabdian selama 19 tahun selalu mendapat perlakuan yang tidak baik bahkan tidak diberikan gaji.
“Selama 19 tahun dengan belas kasihan tidak gaji bu, hari hari masuk kerja memang seperti PNS, ada salah salah sedikit dicaci, di maki, tidak masuk dicari padahal kami cuma apa bu, cuma sukarela,”ujarnya.
“Dari 2006 setelah selesai dari pendidikan keperawatan saya sudah mengabdi sampai sekarang bu dari tidak punya anak sampai nya 5 anaku kasian bu. Kalu bisa kami diperjuangkan, dan teman-teman juga bu ini ada terdata dan tidak terdata, kalau bisa semua nakes di akomodir bu karena kasian mereka ini yanh R4 ini betul-betul bekerja 5 sampai 6 tahun mengabdi sukarela,rajin,”terangnya.
Diketahui ratusan tenaga kesehatan dan tenaga honorer di Kabupaten Mamuju sebelumnya telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju, Senin, 15 September 2025 dan hingga kini masih bergulir.
Dalam tuntutan mereka para nakes meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mamuju segera mengusulkan formasi PPPK paruh waktu, khususnya bagi tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi.
Salah satu nakes yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan perhatian kepada para nakes R2 (kategori relawan dua), meski mereka telah bekerja bertahun-tahun di fasilitas pelayanan kesehatan.
Para nakes berharap pengangkatan sebagai PPPK dapat mempertimbangkan lamanya masa pengabdian dan dedikasi mereka di lapangan.
Editor: Redaksi







